Gledeknews, Lombok Timur – Ketua DPRD Lombok Timur, Muhamad Yusri dan Sekwan DPRD Lombok Timur, H. Ahyan memberikan klarifikasi terkait dengan pembagian nasi bungkus dan air mineral, kepada para masa aksi yang sempat menimbulkan kesalahpahaman.
Sebelumnya, Sebelumnya dikutip dari media fokusmediaindonesia.com, pada Senin (1/9) dengan judul ‘Buntut Penyediaan ‘Nasi Kaput’ saat Aksi, Kelompok Cipayung Plus Lotim Somasi Sekwan 1×24 Jam’.
Ketua Umum PC IMM Lombok Timur, Ar Yandis menyampaikan somasi terbuka, ia menilai statement Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Lombok Timur H. Ahyan S.H, MH yang beredar di berbagai platform media memperkeruh suasana di tengah-tengah masyarakat.
“Maka bersama ini kami layangkan somasi terbuka ke pada Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Lombok Timur H. Ahyan S. H, MH,” ujarnya.
Menanggapi itu, Ketua DPRD Lombok Timur, Muhamad Yusri, di kutip dari sejumlah media memberikan klarifikasi dan menjelaskan bahwa pembagian konsumsi itu merupakan bentuk apresiasi dan penghormatan kepada semua pihak yang hadir dan telah menjaga kondusivitas.
Selian itu, ditegaskan, nasi bungkus tersebut tidak hanya dibagikan untuk peserta demonstrasi saja melainkan untuk semua elemen yang berada di lokasi.
“Itu bukan khusus untuk massa aksi, tapi untuk semua yang ada di sekitar aksi. Termasuk TNI, Polri, Satpol PP, mahasiswa, dan masyarakat,” ungkap Yusri. Selas (2/9) saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, inisiatif pembagian nasi bungkus ini muncul karena massa aksi tujuan akhirnya di kantor DPRD Lotim, juga waktu pelaksanaan aksi bertepatan dengan jam makan siang.
“Inisiatif ini muncul karena massa aksi, aparat gabungan, anggota DPRD, dan teman-teman jurnalis serta masyarakat sekitar pada pukul 13.30 WITA (siang hari-red) sudah memasuki waktu makan siang. Dengan pertimbangan itulah kami menyiapkan nasi bungkus, bukan karena hal lain,” jelasnya.
Sementara Sekwan DPRD Lombok Timur, H. Ayhan menyampaikan permohonan maafnya kepada pimpinan OKP yang tergabung dalam Cipayung Plus.
“saya sampaikan permintaan maaf yang setulusnya kepada jajaran pimpinan dan masa aksi Cipayung Plus serta semua pihak, apabila niat baik untuk memberikan layanan yang baik dengan menyediakan air minum dan nasi pada saat aksi disalahmaknakan dan diframe di beberapa media sehingga menimbulkan ketersinggungan,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima media ini.
Ditegaskan Ahyan, tidak ada komunikasi apapun sebelumnya dengan pimpinan dan masa aksi Cipayung Plus dan tidak pernah meminta sesuatu apapun atau barang apapun juga. “Ini sebagai apresiasi dan penghormatan kita kepada masa aksi serta wujud kesetaraan pelayanan kepada semua pihak,” tegasnya.(GL)








