ADVERTISEMENT
GledekNews.com
Selasa, April 14, 2026
  • Login
  • Register
  • HOME
    • GLEDEKTV
    • GLEDEKNEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • HIBURAN
  • WISATA
  • POLITIK
  • GLEDEK NTB
No Result
View All Result
  • HOME
    • GLEDEKTV
    • GLEDEKNEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • HIBURAN
  • WISATA
  • POLITIK
  • GLEDEK NTB
No Result
View All Result
GledekNews.com
No Result
View All Result
Home BERITA

Kepentingan Rakyat Seharusnya Menjadi Basis Utama Dalam Penetapan APBD

gledek by gledek
16/05/2020
in BERITA
0
1000
SHARES
1000
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh :

ADVERTISEMENT

H. HULAIN,SH.

RELATED POSTS

PDAM Lombok Timur Hadirkan Layanan Digital Berbasis Barcode

Bupati Lotim Usulkan Ke Kementerian Pendistribusian LPG 3 Kg Gunakan Data Desil

Direktur LCW

Dalam pengelolaan keuangan Negara, maka sudah sepatutnya rakyat mendapatkan porsi utama dalam penyusunan Anggaran Negara baik APBN maupun APBD. Mengapa rakyat perlu mendapatkan perhatian khusus dan porsi utama dalam penyusunan APBN/APBD ?. Ada beberapa alasan rakyat berhak terlibat dan mendapatkan porsi alokasi anggaran yang rasional dan proposional dari APBD yaitu; Pertama, Rakyat merupakan penyumbang utama sumber penerimaan dalam APBN/APBD melalui pajak dan Retribusi, bahkan sumber penerimaan yang berasal dari hutang pun, kebutuhan rakyat jualah yang dipresentasikan pada pihak ketiga. Kedua, Sesuai hakekat dan fungsi Anggaran, rakyat merupakan tujuan utama yang akan disejahterakan. Ketiga, Amanah Konstitusi pasal 23 UUD 45, dengan jelas dan tegas dinyatakan bahwa rakyat berhak untuk ikut dalam penyusunan dan pengambilan keputusan Anggaran. Hal ini diperkuat dengan Undang-undang Keuangan Negara dan Kepmendagri.

Implementasi hak rakyat dalam APBD bisa dilakukan dalam berbagai bentuk. Pemerintah daerah sebagai pemegang kuasa pengelolaan Keuangan daerah harus mengimplementasikan hak rakyat tersebut melalui : Pertama, Adanya keterlibatan rakyat secara partisipatif dalam proses perencanaan anggaran. Teknis pelaksanaannya bisa menggunakan beberapa model atau melakukan kreasi dari berbagai model yang telah dikembangkan oleh beberapa daerah. Tentu saja, kreatifitas ini perlu didukung oleh iklim demokrasi yang substantif liberatif. Selama ini, partisipasi hanya menjadi jargon pemerintah, metode dan implementasi partisipasi hanya berjalan dalam lingkungan masyarakat yang “dekat“ dengan Pemerintah.

Sementara, dengan kelompok masyarakat yang kritis dan “jauh“ dengan Pemerintah, dijadikan formalitas belaka dan masukan serta hasil kajian mereka selalu dikesampingkan, bahkan terkesan dianggap MUSUH yang harus disingkirkan dan dimusnahkan. Memang, partisipasi tidak dapat dilakukan pada orang perorang atau semua kelompok, karena keterbatasan pemerintah, tetapi, semestinya pemerintah harus memiliki sebuah kriteria yang jelas dalam pelibatan publik. Kriteria ini harus didukung oleh metodelogi yang tepat sehingga tidak terjebak pada inefesiensi. Metodelogi mengalang partisipasi ini, yang tidak dimiliki oleh pemerintah. Mereka hanya mengikuti secara tekstual apa yang tertulis di UU, Kepmendagri. Sangatlah naif, mengharapkan hasil yang efektif jika partisipasi dibangun melalui RT, Dusun, Lingkungan, Kelurahan, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Karena hampir seluruh badan tersebut dipilih dengan intervensi pemerintah. Sehingga, badan-badan tersebut tidak bisa merumuskan kebutuhan warganya. Perlu kearifan menyusun metodelogi agar partisipasi masyarakat bisa efektif untuk kepentingan bersama.

Kedua, Adanya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan maupun pertanggung jawaban APBD pada Rakyat. Selama ini, mekanisme pertanggung jawaban dilakukan melalui saluran formal Lembaga Legislatif (DPRD). Jika ingin membangun transparansi, maka harus dimulai dari para pihak yang akan terlibat dari proses tersebut. Dengan tidak mengkerdilkan peran DPRD dalam proses transparansi dan Akuntabilitas APBD, tetapi Lembaga ini juga menjadi sorotan dalam transparansi dan Akuntabilitas. Bagaimana bisa berharap pada DPRD, yang dalam banyak kasus korupsi APBD, justu beberapa oknum juga terlibat, bahkan terkadang menjadi inisiator. Perlu kiranya Pemerintah Daerah merancang sebuah model transparansi dan akuntabilitas APBD selain melalui saluran formal (DPRD), bisa dilakukan melalui saluran informal langsung pada masyarakat. Tentu, model ini harus dikaji dan dipertimbangkan dengan matang, sehingga bisa efektif dan sesuai dengan sumber daya yang dimiliki.

Ketiga, Adanya hak untuk alokasi anggaran yang pro rakyat miskin. Keadilan dan kesejahteraan, adalah tujuan utama dari sebuah negara untuk kesejahteraan rakyatnya. Indonesia telah mengproklamirkan diri sebagai negara kesejahteraan. Artinya keberpihakan pada kaum lemah dan miskin menjadi prioritas dalam pembangunan yang dilakukan. Namun sayangnya, doktrin tersebut belum terwujud, masih sebatas angan-angan. Memang, banyak kendala untuk memuwujudkan tujuan tersebut, karena perlu didukung oleh infrastruktur dan suprastruktur yang memadai. Tetapi, langkah menuju kearah tujuan tersebut, sampai sekarang tampaknya masih jauh dari harapan. Lihat saja, Anggaran Negara (APBN/APBD), masih lebih besar mensubsidi kepentingan kelompok pengusaha dan Para tokoh. Subsisdi BBM dicabut, dialihkan pada subsidi langsung atau bentuk lain seperti Pendidikan dan Kesehatan. Tetapi saat yang sama, pemerintah memberikan subsisdi dana Perbankan yang sangat fantastis, itu saja belum cukup, masih ada subsidi dalam bentuk lain, misalnya menaikkan suku Bank Indonesia, tax holiday, penjaminan Reksadana dll. Sungguh, ini luar biasa dibandingkan dengan subsidi untuk rakyat miskin yang selama ini dikampanyekan oleh Pemerintah.

Keempat, Adanya pengawasan APBN/APBD oleh rakyat baik secara perseorangan maupun secara Lembaga atau kelompok. Pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat ini semestinya mendapat apresiasi positif dari pemerintah. Caranya adalah memberikan akses seluas-luasnya pada masyarakat untuk mendapatkan informasi, data dan segala sesuatu yang berkaitan dengan pengelolaan APBN/APBD.

Share400SendShareTweet250Share100
ADVERTISEMENT
gledek

gledek

Related Posts

PDAM Lombok Timur Hadirkan Layanan Digital Berbasis Barcode

PDAM Lombok Timur Hadirkan Layanan Digital Berbasis Barcode

by gledek
13/04/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur – Upaya memperkuat pelayanan publik yang bersih dan transparan terus dilakukan oleh PDAM Lombok Timur. Salah satunya...

Bupati Lotim Usulkan Ke Kementerian Pendistribusian LPG 3 Kg Gunakan Data Desil

Bupati Lotim Usulkan Ke Kementerian Pendistribusian LPG 3 Kg Gunakan Data Desil

by gledek
13/04/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur - Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Haerul Warisin akan mengusulkan ke kementerian di jakarta untuk pendistribusian LPG...

Dihadapan Bupati Lotim Agent LPG Sebut Pengusaha Ayam dan Dapur MBG Gunakan LPG Bersubsidi

Dihadapan Bupati Lotim Agent LPG Sebut Pengusaha Ayam dan Dapur MBG Gunakan LPG Bersubsidi

by gledek
13/04/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur - Sejumlah pengusaha agent LPG di Lombok Timur (Lotim) yang diberikan kesempatan untuk mengeluarkan unek-uneknya dalam rapat...

Aksi Gempur Kantor Bupati Lotim Soal LPG Bersubsidi Langka

Aksi Gempur Kantor Bupati Lotim Soal LPG Bersubsidi Langka

by gledek
13/04/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur – Puluhan warga yang tergabung dalam Gerakan Elemen Masyarakat Peduli Rakyat (GEMPUR) menggelar aksi unjuk rasa di...

Bawa Drone ke Rinjani, Dua WNA Diamankan, TNGR Siapkan Sanksi untuk TO

Bawa Drone ke Rinjani, Dua WNA Diamankan, TNGR Siapkan Sanksi untuk TO

by gledek
13/04/2026
0

Gledeknews, Lombok Timur – Dua wisatawan asing kedapatan membawa drone saat melakukan pendakian di kawasan Gunung Rinjani. Atas temuan tersebut,...

RECOMMENDED

PDAM Lombok Timur Hadirkan Layanan Digital Berbasis Barcode

PDAM Lombok Timur Hadirkan Layanan Digital Berbasis Barcode

13/04/2026
Bupati Lotim Usulkan Ke Kementerian Pendistribusian LPG 3 Kg Gunakan Data Desil

Bupati Lotim Usulkan Ke Kementerian Pendistribusian LPG 3 Kg Gunakan Data Desil

13/04/2026
  • 52.2M Fans
  • 139 Followers
  • 26.7k Followers
  • 207k Subscribers
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • Pemuda dan Mahasiswa Lotim Serukan Masyarakat Jangan Menabung di BNI 

    Pemuda dan Mahasiswa Lotim Serukan Masyarakat Jangan Menabung di BNI 

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Putra Sasak Jabat Kapolda NTB 

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Dibentak Para Kades, Dua Komisioner Bawaslu Lotim Keringat Dingin ‎

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Pelaku UMKM Internet RT/RW Tidak Bisa Dipidana Karena Ranah Perdata

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Dianggap Kurang Elok Pj Bupati Lotim Tugaskan Alumni IPDN Jadi Kepala Pasar‎

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
GledekNews.com

Tegas, Lugas & Independen

CATEGORY

  • Advetorial
  • BERITA
  • Bima
  • DESA
  • Editorial
  • EKONOMI
  • GLEDEK NTB
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • Jakarta
  • KESEHATAN
  • Lombok Barat
  • Lombok Tengah
  • Lombok Timur
  • Lombok Utara
  • Mataram
  • Musik
  • NASIONAL
  • NEWS
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PEMILU
  • PEMUDA
  • PENDIDIKAN
  • PERTANIAN
  • PILKADA
  • POLITIK
  • SOSOK
  • SUMBAWA
  • WISATA
  • About
  • Contact
  • GledekTV
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Sitemap

© 2021 GledekNews - TIM IT Gledeknews gledeknews.

No Result
View All Result
  • HOME
    • GLEDEKTV
    • GLEDEKNEWS
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
  • HIBURAN
  • WISATA
  • POLITIK
  • GLEDEK NTB

© 2021 GledekNews - TIM IT Gledeknews gledeknews.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In